KEHIDUPAN setiap insan di dunia ini senantiasa berfluktuasi. Suatu ketika seseorang hidup dalam keadaan sehat wal afiat, sedangkan pada masa lain berada dalam keadaan sakit. Baik kesehatan maupun sakit pada hakikatnya merupakan cobaan dari Allah SWT.
Sesungguhnya ujian atau cobaan paling ringan pada diri seorang muslim adalah ujian jasmani yang lazim disebut sakit. Ujian jasmani ini dimaksudkan Allah untuk menguji kesabaran dan kerelaan seorang hamba dalam menerima takdir-Nya.Kalau ternyata ia sabar, Allah menetapkan pahala atau menghapus sebagian dosanya atau mengangkat derajatnya sehingga ujian itu menjadi nikmat baginya.
Sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya melainkan dengan ujian itu, Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu menggugurkan daun-daunnya.” (HR Muttafaqun Alaih).
Ditinjau dari dimensi vertikal (antara hamba dengan al-Khaliq), paling tidak ada tiga manfaat/keutamaan musibah yang ditimpakan kepada seorang muslim.